fairy tales

Standard
fairy tales

sebenarnya sudah lama saya memikirkan ini
fairy tale
cinderella, bawang merah bawang putih, snow white atau apapun itu.
smuanya fake
merusak moral dan impian anak-anak
coba kita pikir lagi
dalam suatu dongeng pasti dceritakan kalau sang pemeran utama pasti gadis cantik !
sangat tidak relistis dengan kenyataan
mana ada seorang yang dsiksa, yang dibebani dengan banyak pekerjaan rumah, yang tidak pernah berdandan bisa jadi gadis cantik
bullshit !
kedua, akhir dari cerita pasti sang putri happily ever after karena dinikahi sang pangeran.
padahal kenyataanya pernikahan adalah kata halus untuk pelacuran jiwa raga !
neraka dan masalah baru untuk dperempuan.
poin yang paling penting sebenarnya adalah bahwa kebahagian kita tidak ditentukan oleh pria atau pangeran yang berkuda putih itu !
we make it
we create it
kita berhak kok buat milih kebahagian kita sendiri
dan sebaiknya kita jangan menggantungkan kebahagian kita pada orang lain
karena saat orang lain itu pergi kebahagian kita akan ikut hilang bersama nya
kasian sekali.
jangan pernah biarkan pria-pria bodoh itu tertawa karena telah berhasil mengendalikan hidup kita !
inget lagunya fergie
fairy tale dont always have a happy ending do they ?
belajarlah realitis

Advertisements

4 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s