i hate parkman

Standard
tadi sore saya diajak teman balikin kaset kerental.
karena rental kaset itu ada didaerah pertokoan, maka bukan hal yang aneh kalau ada tukang parkir dsitu.
setelah selesai urusan drental kita pulang. bayar parkir, as always.
yang bikin emosi adalah setelah menerima uang, si tukang parkir pergi berlalu begitu saja.
sumpah. rasa nya saya ingin teriak dan memakimaki dia. useless memang.
bukan sekali ini saya membenci tukang parkir.
dimana-mana tukang parkir kebanyakan hanya mau menerima uang nya saja tetapi tidak mau melakukan
 kewajibannya.
mereka menganggap kita mampu melakukan sendiri.
ada satu peristiwa yang tetap saya ingat dari si tukang parkir depan rental yang saya bicarakan
di awal tadi.
dulu saya mempunyai kebiasaan kalau sedang mempunyai uang lebih (awal bulan) biasa nya saya 
membayar si tukang parkir itu dengan uang lebih dan tidak meminta kembalian, ex 1000/2000.
sampai suatu hari saya sedang tidak membawa banyak uang, dan setelah membayar denda di rental
 uang saya tgl 300 perak.
terpaksa saat si tukang parkir datang saya beri uang itu.
saya pikir dia akan memaklumi, toh biasanya saya memberi uang lebih.
tetapi diluar dugaan dia meminta kekurangan 200 perak.
damn,
untung waktu itu ada teman saya yang meminjami uang.
sambil memberi kekurangan uang saya bilang sama dia, "pak kalau kurang aja dminta kalau ga inget
ya kalau dkasi lebih
diem aja. dasar ga punya otak."
dia hanya diam dan berlalu.
sumpah pengen saya tabok mukanya.
sejak saat itu saya bersumpah ga akan memberi uang lebih pada tukang parkir.
saya punya dendam pribadi dengan tukang parkir.
bukannya tidak kasihan, tetapi mereka yang merubah rasa kasihan ini menjadi rasa benci
dengan dalih tidak punya uang mereka mencari belas kasian. tetapi kerjaan mereka nol besar.
tidak tahu diri
tidak punya terimakasih
mungkin kalau cuma satu tukang parkir yang hanya menerima uang tanpa mau bekerja saya tidak
sebenci ini, tetapi dari banyak tukang parkir yang saya temui dimana saja, hanya sedikit yg
benar2 mau membantu memarkirkan kendaraan setelah menerima uang.
kebanyakan dari mereka hanya mau menerima uang dan pergi begitu saja.
pantas saja mereka tidak bisa mendapat pekerjaan yang lebih pantas karena mereka juga tidak
punya cukup kemampuan dan tanggung jawab.
wajar saja mereka hanya bisa jadi tukang parkir.
sekali lagi bukan saya offense atau menghina mereka, saya hanya tidak suka dengan etos kerja mereka.
kesannya mereka hanya mengejar rupiah mengatasnamakan kemiskinan saja.
menjual status miskin untuk mendapat uang.
memalukan.
maaf sekali lagi.
semua orang punya hak.
dan saya juga berhak untuk membenci tukang parkir.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s