Puisi Malam

Standard

Aku masi tetap ada. Saat kamu sibuk mencari dunia. Hanya kita yang perlahan menjadi sirna #puisimalam

Di meja itu, kita pernah saling mengumbar rasa untuk saling mencinta. #puisimalam

Dalam bulatan mata pernah ada kita yang saling bertatap mesra. #puisimalam

Sepi ini tak pernah segelap ini sebelum kamu pergi. Sakit ini tak pernah seperih ini sebelum kamu berlalu #puisimalam

Dan ternyata tidak semua cinta harus berakhir bahagia, tidak semua kita bisa benar-benar bersama pada akhirnya #puisimalam

Tidak semua yang ditawarkan oleh rasa bisa menjadi nyata, karena kadang hati berbohong pada kita #puisimalam

Lihat itu disana, ada kita yang dulu pernah berjalan bersama dengan tangan saling mengenggam. Erat. #puisimalam

Ada cerita yang berlanjut bahagia namun tak sedikit yang menjadi kenangan saja. Lalu dimanakah kisah kita? #puisimalam

lalu hujan datang lagi, meneteskan setiap lara tentang luka yang pernah memerah, tentang kita yang pernah saling memuja #puisimalam

Ada masa dimana saya ingin menghentikan waktu agar apa yang sedang terjadi tidak pernah akan menjadi memori #puisimalam

Senja datang, menggulung siang dan semua kisah yang membentang di sepanjang masanya. Meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan #puisimalam 

Terlalu lama kita saling menyimpan lara, hingga kristal-kristal benci merasuk semakin dalam dalam rongga dada. Membunuh cinta yg pernah ada #puisimalam 

Saya tidak pernah takut terluka, karena luka pernah mengajarkan bagaimana memaknai bahagia dan bagaimana mencoba lagi bangkit dari luka #puisimalam 

Saya masih mencintai malam, sebesar cinta saya pada kebebasan, selebar cinta saya untuk setiap tulisan nd seliar cinta saya buat kehidupan #puisimalam

Main mata. Main kata. Lalu suka. Asal jangan sampai main rasa. Tetep jaga hati nd pakai logika. Karena kalau nggak, lama-lama bisa gila. #puisimalam

Karena kamu tak selamanya harus terpaku pada setiap mau orang disekitarmu 🙂 #puisimalam

Ak masih menyimpan rindu itu, walau harus kusembunyikan diantara sudut gelap sisa kenangan yg tersisa #puisimalam

Diantara kata benci yang saling mendesing, masih ada sisa rindu yang saling mengintip #puisimalam

Coba kau tanya pada angin yang berhembus pelan, masih adakah aku diantara gemersik ilalang atau hilang kah aku diantara gelap malam #puisimalam

Advertisements

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s