Puisi Malam #2

Standard

Puisi Malam adalah sebuah wadah untuk mengumpulkan puisi-puisi pendek yang saya tulis melalui akun jejaring sosial, Twitter yang hanya dibatasi menjadi maksimal 140 karakter saja.

 

Mari menyelinap ke dalam mimpi, mencoba menyisipkan sedikit aku pada sisi otak dan hatimu. #puisimalam

Bibir saling memagut, hati saling berpaut, jari saling terikat. Erat. Merajut kenangan tak pernah berhenti menggeliat #puisimalam

Karena memelukmu saja tak pernah cukup. Dan menciummu menjadi candu yang tak pernah ada ujung temu nya. #puisimalam

Untaian rindu makin membeku diantara sisa waktu yang tidak lelah membagi harapan palsu #puisimalam

Tidak akan ada yang abadi karena semua hanya sementara terjadi bukan untuk selamanya di miliki #puisimalam

Menyukaimu, tak perlu makan waktu, tak butuh titik jemu dan tak perlu menunggu kamu setuju #puisimalam

Lewat kata kubiarkan kau membaca serpihan rasa yang membuncah di dada, tentang cinta yang katanya pernah ada #puisimalam

Kuharap bisa membenturkan kepalamu dengan palu, agar aku bisa memasukkan lagi sisa rindu yang sudah lama membatu #puisimalam

Menemukanmu dalam linimasa, membawa kenangan akan hati yang pernah tertautan untuk saling membagi rasa tentang apa saja #puisimalam

Ada sebuah masa dimana bertemu menjadi candu untuk memecah tabungan rindu yang diam-diam membeku #puisimalam

Mengingatmu membuat luka lama kembali menganga, butir rindu kembali membiru dan keping benci meradang di hati #puisimalam

Bukan jarak yang memisahkan kita, namun ego untuk memiliki kadang terlalu menguasai. Membuat cinta semakin tenggelam diantara curiga. #puisimalam

Jangan pernah bosan bercerita pada bulan, karena sinarnya selalu memberi kita tenang#puisimalam

Mereka bilang saya gila, saya bilang ini cinta. Bukankah cinta memang gila? #puisimalam

Lewat bulan kukirimkan sisa rindu yang memeluk aku erat. Berharap rindumu untukku sama berat #puisimalam

Aku memutar lagi tiap detik kenangan yang terekam saat kita membagi malam, saat kita menari dalam hujan #puisimalam

Hilangkah bayanganku diantara rinai hujan? Atau hanya tertutup dengan genangan baru yang lebih kelam? #puisimalam

Aku adalah malam dan kamu adalah hujan. Bagaimana kalau kita berbagi diam dalam rinai yang menghujam? #puisimalam

Aku mencintai malam, bukan karena membenci terang. Aku hanya terbiasa menari dalam gelap yang merentang #puisimalam

Kita pernah menari dalam hujan, membagi kehangatan dan menghalau keraguan tentang rasa yang tercipta diantara kita #puisimalam

Kita pernah membagi malam dengan kebersamaan, namun kini tiap malam hanya milikku sendiri #puisimalam

Walaupun kamu dan aku sama-sama diam tapi hati kita sama-sama saling memberi kecupan #puisimalam

sendiri membagi sepi dengan sisa-sisa serpihan hati. kini hanya ada aku dan mimpi yang tak lagi bisa aku yakini #puisimalam

aku ulang lagi semua kenangan antara kita, aku cari lagi sisa-sisa yang tercecer, walaupun tanpa hadirmu #puisimalam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s