Category Archives: pikiran gila saya

Story of Broken-Hearted Girl

Standard

bb.jpg

Tak ada pesta yang tak usai

Sepotong kalimat yang sebenarnya sudah lama saya yakini, namun terlupakan selama beberapa tahun belakangan ini. Saya terlena dengan kisah bersama dia yang selama ini “baik-baik” saja. Bukan berarti saya tidak pernah beradu pendapat, sering bahkan terlalu sering. Namun sepertinya ini adalah akhir dari pesta saya bersama dia.

Hampir tiga tahun bersama-sama, begitu banyak cerita yang sudah terangkai berdua. Manis untuk dikenang namun juga terlalu sakit untuk diteruskan. Tak ada sedetikpun waktu yang terlewatkan tanpa teringat dengan dia. Apalah daya mungkin bukan takdir kami untuk bersama.

Gym, segudang kerjaan dan  berepisode serial film sudah saya coba untuk melupakan bayangannya. Tapi apa daya hati ini terlalu lemah untuk melupkan, otak ini terlalu sesak dengan kenangan. Entah bagaimana ke depannya saya bisa menjalani hari-hari sibuk yang sudah menanti di depan mata. Tapi sepertinya sesibuk apapun itu, masih belum cukup untuk mengusir satu nama yang terlanjur sudah mendarah daging di kepala.

Hasrat hati ini ingin benar-benar tidak menghubungi dia, tapi apa daya tangan tak kuasa menahan getaran yang melumpuhkan akal sehat. Yang bisa saya lakukan sekarang, mengirimkan pesan di dada dengan permintaan untuk tidak dijawab. Karena satu kata dari dia, akan menghancurkan semua pertahanan untuk terus mengakhiri kisah ini.

Jika ditanya, seberapa besar cinta ini untuknya? Jawabannya saya hanya bisa meraba-raba. Yang pasti, tak ada satu haripun yang bisa membuat saya melupakan kenangannya. Tak peduli sesibuk apa. Tak peduli selelah apa.

Bahkan, setelah ini pun saya tidak tau harus melanjutkan hidup yang seperti apa. Apapun yang direncakan oleh otak saya, selalu gagal dilakukan karena hati saya. Mungkin sebagian berkata saya bodoh, sebagian lagi mengecam saya lemah. Saya tak bisa menyangkal meraka. Begitulah adanya.

Terlalu banyak cerita baik suka atau duka, terlalu banyak hari yang dibagi baik dengan tawa atau makian bersamanya.  Terlalu sering mata ini memandangnya, terlalu sering mulut ini menciumnya, terlalu sering hati ini jatuh cinta padanya.

Sebagian teman bilang saya butuh liburan, sebagian lagi menyarankan untuk lebih fokus pada kerjaan. Tapi tau kah mereka yang saya butuh hanya dia? Diakui atau disangkal oleh otak saya sendiri. Mungkin otak saya benar, saya harus merelakan. Tapi bagaimana saya bisa merelakan kalau semua barang, semua jalan, semua tempat atau bahkan semua tulisan mengingatkan saya tentang dia.

Saya pernah lari ke minuman, saya pernah lari ke obat penenang, saya pernah lari ke apapun yang bisa membuat saya melupakan. Tapi semua gagal. Semua tak bisa membuat saya kembali seperti sebelum saya mengenal dia.

Entah sampai kapan sakit ini akan mengendap, entah sampai kapan perih ini akan merajai hari-hari. Yang saya tau, saya hanya berusaha mengembalikan akal sehat ini untuk bisa tetap berjalan ke depan menjalani masalah-masalah lain yang sudah menunggu untuk memperberat hidup saya.

Mungkin saat ini saya hanya butuh kesendirian, atau mungkin saat ini saya hanya butuh keramaian. Entah. Kembali kata-kata memenuhi tiap sudut otak saya.

Mata ini sibuk mencari tau apakah dia sudah membaca pesan yang tadi saya kirim. Tangan ini sibuk merangkai kata untuk menutupi semua luka di dada. Hati ini sibuk meraba-raba apa yang sedang dia lakukan tanpa saya. Semua sibuk. Sibuk untuk sesuatu yang yang tidak tau pasti.

Sebenarnya ini bukan pertama kali saya patah hati. Tapi untuk kesekian kalinya patah hati, ini yang tersakit. Ini yang terperih. Ini yang paling menguras air mata. Ini yang paling membuat saya jadi gila. Saya bisa apa?

 

Advertisements

One Step Closer!

Standard

tumblr_lt4vpne11c1qhnq1co1_1280

Time flies so fucking fast rite?

And one thing this sure, everybody changing! I mean look at me? Many times ago, I am the one who said “I DO NOT WANNA MARRIED” loudly. However, now I am starting to think about my dream wedding. For me it is a big “BIG TOUGHT”!

Wedding party usually seems boring and waste money. Yup, gue nggak nyangka seorang ARGA sekarang berhasil buat bikin gue punya dream wedding, or I should call it dream weeding. LOL! Well, everything not as easy as it seems. I Mean, gue sama Arga literally different in some ways of life, but love become a bridge for us. Gue dengan kehidupan fake gue dan dia dengan kehidupan acak adulnya. Once he said, “kalau semua udah jadi bubur, yang bisa kita lakuin cuma nambahin cakwe, kerupuk sama gorengan biar bubur kita makin enak.” Rite?

Anywho, some situation me us think about wedding and I know the party will be my parents. Not mine or us. So, let it happen because they paid for it. Couple weeks ago, we are invited to attend friends of mine’s wedding party. I have to say, it is the coolest wedding ever. With the garden, the aisle, the food, the people and of course the after party!

Moreover, that wedding inspire me a lot to think about mine. Or us anyway. Pastinya after the sakramen in Wonosobo, I have to be a good daughter for my parent and allow them to hold any party they want. We just become a puppet.

Seems nice because we will never have to think about how much money waste because they will pay it. However, now I seems to think about my own wedding party which I have to throw in celebrating my own wedding. Some discussing with Arga plus talked about it with couple of friends I have clearer vision about my wedding party.

Start with the invitation, we’ll maybe have our own invitation that not expensive, but shows who we really are. Just so us!

One of the idea, but we'll make one of us soon

One of the idea, but we’ll make one of us soon

It will be start couple days after my parents’ party. Me and Arga will be in Salatiga. We will wear our own dream wedding’s costume. Arga will be in his fav jaket kulit and shoes, and I will wearing little black dress.

YES, it will be short dress and leather jacket because we are ROCK!

YES, it will be short dress and leather jacket because we are ROCK!

We will inviting some friends, not much maybe only 50. Then, kita bakalan ngumpul di depan kampus UKSW sekitar jam 4 sore dan bakalan bareng-bareng menuju tempat party which is in a villa located in Bandungan or Kopeng. Yup a villa with some bedroom on it riding a jeep.

This will be our perfect ride!

This will be our perfect ride!

Sampai di sana, kita bakalan disambut sama dekorasi supersimple. Some flower and cute lamp outside and inside the villa. There will be no formal situation, only celebrating our wedding. Of course there will be a LOT of beers, liquor, maybe a weed and mushroom. The food? Hmm, we will consider about that that but we not sure it will too delicious.

Just surrounded with lovely besties in our lovely moment

Just surrounded with lovely besties in our lovely moment

There will be no “pelaminan”, so you don’t have to shake hands with me. Let us to mingle and you can celebrate us personally. Semakin malam party ini bakalan semakin hot! I am sure some of you will be baked and losing your mind, that why you can use the bedroom. *if you know what I mean. Sounds so us isn’t it?

 

You are allowed to get your first one night stand :))))

You are allowed to get your first one night stand :))))

The rest of the party? Let’s we please give it to the liquors and beers. They will find the way to your own fun babe!

 

OMG, i don't have any idea who i am so brave to write all of this :)

OMG, i don’t have any idea who i am so brave to write all of this 🙂

Menari Untuk Malam

Standard

Aku mencintai malam, bukan karena membenci terang. Aku hanya terbiasa menari dalam gelap yang merentang #puisimalam

Suara adzan Maghrib membangunkan saya dari tidur panjang yang merentas mimpi tentang pantai yang membuai. Sambil masih mengumpulkan nyawa yang baru setengah ada, saya mencoba menenggak air yang ada di sisi meja. Pening di kepala ternyata masih meradang, padahal saya sudah tidur seharian sampai petang.

Perlahan, saya mencoba bangkit dari peraduan, menyambar ponsel yang berkedip di ujung dipan. Ada beberapa pesan yang menunggu untuk dibaca. Dari seorang teman yang menanyakan waktu untuk bertemu, ada seorang kawan yang mengingatkan jadwal nanti malam, ada seorang rekan yang berjanji untuk datang dan masih ada dia yang tidak berhenti menanyakan tentang rasa.

Ah persetan dengan semua!

Saya menyalakan televisi yang tidak seberapa besar. Ada kabar tentang presiden yang tidak mau memberikan komentar, ah bosan. Ganti channel yang lain, ada seorang artis ibukota yang sedang tersenyum lebar pamer pacar baru yang berbadan kekar, ah basi. Cari acara lain, ada sinetron tentang pelacur yang mempunyai anak namun ditukar, biar sudah tidak ada channel acara lainnya.

Saya nyalakan sebatang rokok dengan pemantik biru bergambar lucu. Setiap hembusan yang saya hisap saya keluarkan pelan-pelan. Bukankan sensasi dalam merokok adalah mengeluarkan pelan-pelan, agar rasanya tidak cepat hilang? Kadang saya merasa lucu, melihat sepasang remaja yang merokok hanya untuk bergaya. Hanya untuk menjadi luar biasa di mata sebayanya.

Sambil masing mengeluarkan asap dari mulut dan hidung saya memandang kosong layar televisi yang menyala terang. otak saya berkerja cepat untuk merunut apa yang terjadi pada hidup saya setahun ke belakang. Saya selalu menyukai nostalgia tentang cerita yang sudah lama terjadi dan meninggalkan kenangan usang.

Tahun lalu, di sore seperti ini mungkin saya baru pulang kuliah dengan hati riang. Atau malah sedang sibuk menghabiskan waktu di café untuk menunggu malam datang. Tak jarang, saya akan mengisi petang dengan menari hingga hati, tubuh dan jiwa beroleh tenang.

Namun, sekarang semua berubah. Saat petang menjelang, saya baru tersadar dari tidur panjang. Bukan karena saya lari dari terang, namun karena raga terlalu lelah untuk menentang hari yang panjang. Bagaimana tidak, saya baru pulang saat pagi datang, saat para ibu sibuk memasak sarapan, saat para bapak sibuk berkemas dan berdandan, saat para anak bersiap untuk pergi ke sekolahan.

Kata orang, pekerjaan yang saya lakukan bukan pekerjaan halal. Bukan pekerjaan terhormat yang berkantong tebal. Bukan pekerjaan bergengsi yang bisa membeli mobil mahal. Tapi saya tidak perduli, selama saya masih bisa berusaha sendiri saya tidak akan berhenti.

Tahu apa mereka tentang halal dan haram, sementara mereka sibuk memakai uang yang bukan milik mereka. Tahu apa mereka tentang pekerjaan terhormat, kalau bahkan seorang presiden, menteri atau bahkan anggota dewan yang katanya terhormat tidak pernah berhenti mencela atas musibah yang menimpa. Tahu apa mereka dengan mobil mahal kalau hanya untuk menyombongkan kekayaan.

Saya tidak menggugat, saya hanya mengingat, bagaimana saya harus bertahan sendiri dengan penat dan ton-tonan maksiat yang selama ini mengikat. Sejak rumah dibakar oleh segerombolon pria berjubah putih pekat. Sejak ayah dan ibu saya disikat dengan pukulan, tendangan dan makian hingga sekarat. Sejak masa depan saya terenggut dengan tidak hormat. Sekarang hanya ada luka. Sekarang hanya ada pahit, sekarang hanya ada sakit.

Hanya karena restoran keluarga kami buka di siang bolong beberapa minggu sebelum hari raya, sekelompok orang yang meneriakkan Tuhan menyerang. Membumi hanguskan setiap sekat yang ada di restoran kami. Mengambil nyawa ayah dan ibu yang sudah sekarat. Meninggalkan saya terkapar dalam diam yang melumat.

Saya tidak membenci terang, saya hanya lebih nyaman dalam gelap malam yang membentang.

Sejak siang itu, semua berubah. Jangan salahkan saya kalau akhirnya mereka memanggil saya wanita jalang. Jangan salahkan saya kalau akhirnya mereka terpesona melihat saya menari telanjang. Jangan salahkan saya kalau akhirnya saya memuaskan imajinasi mereka demi segepok uang.

Ada satu masa, saat menari menjadi salah satu menu makan siang. Kini, menari menjadi obat tenang yang membuat saya melupakan semua kenangan yang menyakitkan. Menari membuat saya terbebas dari kekangan dendam yang tak kunjung hilang. Menari membuat saya kembali ke masa silam saat menari menjadi salah satu menu makan siang.

Ya, hanya dengan menari saya masih bisa bertahan hidup. Pelan-pelan saya matikan sisa puntung rokok pada asbak yang mulai penuh. Pelan-pelan saya ambil handuk untuk membilas badan yang basah oleh peluh. Pelan-pelan saya beranjak ke kamar mandi untuk kembali menjadi utuh. Pelan-pelan saya berdandan untuk siap menari dalam malam yang disinari bulan purnama penuh. Pelan-pelan saya meninggalkan kamar sewaan dan menuju tempat mencari nafkah.

Dragon Fly Nightclubs

I Called it Heartbeat

Standard
Do it right now

Do it right now

After long time stucked in flat relationship, this month is another 5 months-single-of-me. There are a lot interesting happening in my life recently. Just like what i said before in my post, now i working in Jakarta as Sosial Media of fashion website. Thank God i get such as interesting job. Besides job, i also having relationship where i called it heartbeat. curious aren’t you?

Lemme explain, as the time goes i realize that in the past i get hurt when i am in a relationship because i have such as hope and expectation to get loved back. Yes, it sound normal when you love someone and you want them love you back. However, you may not realize this kind of thought will make you much more easier getting hurted. I mean, hey who want to be ignore by someone they loved? But yes, you have to lower you expectation if you do not want to dissapoint.

Why i said that, because i am experiencing this kind of situation. Have you imagine that you even meet with someone that connected with you in almost of your thought, habit and point of view? If you have that kind of person, never let them go. I mean, you can not force person to stay in your life, but you can make them willing to stay because they want it. If you ask how? There is very easy way. The thing that you can do is follow your heart, throw you ego and never make any expectation. These all not easy, but once you can do it you will enjoy every little details that you spend with them. No matter what risk that waiting of you later on.

Honestly, in my life before, I never let somebody get too far into my life because i am afraid to get hurt. However, lately i realize that what i did just wrong. As your expectation get higher, you will be easier to feel disappointed with the reality. I believe when you brave enough to fall in love, you have to brave enough to face all the worst chance. Because fall is never be easy, because fall is always make you get hurt.

I am trying to convince myself that when i am starting to like someone, the best thing to do is shows it no matter how hurt it will. My beloved lecture, Bu Neny once said to me, “Enjoy while it happening.” This simple sentence make me realize that all the thing that i can do is enjoying the time, so there will be no regret when it ends. Believe me, what that truly yours will be yours no matter what and what is not yours never be yours no matter how hard you try to get it.

This remain me to old sentence, “If loving you was wrong, i do not wanna be right”, Yes, i meant it, even i will shared the tears i will stop fighting of in sof way, showing what actually i feel, as long as i can stand. So, if you ever feel like liking someone, just never stop, never expect he/she will like you back until you really tired of trying. If there’s still a reason to stay, just stay because when she/he meant to be yours, they will be.

This time, i still learning to prove my sentence. Of course its not easy, of course it sound silly but at least i am trying and standing for what i believe. We never know what the future brings because life is always bring surprises, but we always can pretending that there no reason to knock down ourselves.

Old Javanese people once said, there always good side in every bad side. Yes, i agree with that because i there always be a lesson behind something bad that happened in my life. Well, the night getting old, the conversation getting heavy and the feeling getting strong. That’s why i called it heartbeat.

10 Reason Why I Have to Live in Jakarta

Standard

As you know, well may be you do not know exactly, recently i becoming a jobless (call it freelancer) desperate woman who almost giving up with all of pressure and afraid to cross the line. Yes, sounds very pathetic isn’t ? After doing some stupidity like forget-to-change-active-phone-number-in-my-CV, now I feel on fire again to reach my dream. Fahion, write, and social media become motivation for me to live with them.

Here, i want to declared that i will get a job in Jakarta again, no matter what. I am so excited with the crowd, the trend that moving so fast, the sprakling that offered. Sounds silly maybe, but for me it like a dream city. So, before I really reach the chance to get job in Jakarta again, I want encourage myself again to gain my braveness, as you all know Jakarta is not-so-nice city ever.

So, here I am with my 10 reasons why i must life in Jakarta (again):

1. To fill my Lookbook.nu account

everybody who like fashion or design must knowing an fabulous website, Lookbook.nu that pretty much like Instagram but it only about fashion and what you wear everyday. This website very inspiring me in mix and match my outfits because here I can finding the latest wearable trends.

When i was working in magazine, regularly I put on some photo that show what  I wear that day and brief explanation about my outfits. However, since I move on and back to Salatiga (then Jogja) I stop doing that because in my city (and Jogja) people not really accepting that kind of outfits. Well, actually I can pretending do not care at all, but it’s very hard and slowly make me stop my habbit and reduce my taste in streetstyle. too bad.

2. Get enough paid to traveling

One of my bestfriend, Retrotikaa was inspired me to have my own traveling. She very enjoying her life with some sweet and challenging  backpacker getaway in around and inside Indonesia. She once said to me that perfect way to mend a broken heart is traveling and enjoying the great place, which I agreed with her.

So, here are my plan. I want to look for a job that can afford my life in Jakarta and i must get a discount tickets to go traveling around Indonesia or outside at least once a year. I believe this will be my motivation to work hard and get high salary, besides my passion in fashion.

3. Come to interesting events and get unforgettable experiences

Since my collage, I know that I want to have job as fashion reporter in some fashion magazine. However, recently i just adjusting other backplan job as a copywriter or digital specialist in advertasing agency. Sound interesting when you can work with many client and meet many kind of people in your life.

When you know exactly what you want, you will be easier in finding or having what you want. That’s why I always look for my dream job and I believe that my passion will let me find the one (in job). Many people suggest me to accept anything job-offered that come for me, well my bad I can’t handle something that I do not heart it. You know, I am type of person that think if you like your job you will do it with all of your heart.

If I can have similiar job like my previous, I will have many chance to come into interesting events like film premier, gala dinner, concert, or even like my-short-holiday-in-Bali-with-Ford, this would be very unforgettable moment in my life.

4. Have fun like a boss

You know, I am kinda person that believe that we need to refresh and reward ourselves after we doing something hard. So, having fun is the most perfect way to give some achievement for myself. The kind of having fun that I meant is not must be expensive, it can be only have weekend in Tidung, or spent weekend in Dufan, or just shopping in Mangga Dua, even the simpliest thing like have a beer in a bar.

5. Make my parents happy

I know, until my 24 old year I am not succeed to make my parents proud of me yet. So, one reason that make me pretty sure to live in Jakarta is to collecting as much money as I can and make my parents happy. I know the happiness maybe not coming from money, but with the money I can bring my parents to have some holiday in Bali.

6. Become a part of social happiness

Here I mean, I can meet and hang out with my lovely friends such as Tika, Devi, Tirza, Venda and Sigit. All of my friends are in Jakarta now, well not all, because some of my best friend still living in Salatiga like Astri, Yos, Mas Ndindot and Mas Gembul and one is in Sangatta, Dini. What I am trying to say is it would be a lot easier for me to have a film premier with Devi or set up my traveling with Tika or even meet up with Tirza if I live in Jakarta.

7. Working as a Fashion Stylish, Reporter Magazine or Copy Writer in Ahensi

Well, only Jakarta that have this kind of job. I know what I want and will be what I want.

8. Explore myself

Yes, I challenge myself to live with the real new city that bigger that Salatiga or Jogja. I know i was live there before but I admit it that I not really live alone because my ex very helping me to live in Jakarta. Thanks a lot to him. But now, it’s time for me to have my own life in Jakarta and deal with all public transport like Damri, Bussway or even angkot.

9. Meet a new link

Yep, Jakarta is full of surprises, and you will never know with whom you will meet everyday. I believe with work in Jakarta I have a chance to meet many unpredictable people that i just adore before.

10. Make my old dream become true

Well, maybe this is one of my dirty naughty dream where I imagine myself as a succeed career woman who can afford her own life and have her own apartment and her own car. Everyday she back from work she still have a time or money to take some shot of drink or have fun with her friends. sounds crazy huh?

So, let’s see which points that will be real first, i hope all can be reality in the moment forward :))

Puisi Malam #2

Standard

Puisi Malam adalah sebuah wadah untuk mengumpulkan puisi-puisi pendek yang saya tulis melalui akun jejaring sosial, Twitter yang hanya dibatasi menjadi maksimal 140 karakter saja.

 

Mari menyelinap ke dalam mimpi, mencoba menyisipkan sedikit aku pada sisi otak dan hatimu. #puisimalam

Bibir saling memagut, hati saling berpaut, jari saling terikat. Erat. Merajut kenangan tak pernah berhenti menggeliat #puisimalam

Karena memelukmu saja tak pernah cukup. Dan menciummu menjadi candu yang tak pernah ada ujung temu nya. #puisimalam

Untaian rindu makin membeku diantara sisa waktu yang tidak lelah membagi harapan palsu #puisimalam

Tidak akan ada yang abadi karena semua hanya sementara terjadi bukan untuk selamanya di miliki #puisimalam

Menyukaimu, tak perlu makan waktu, tak butuh titik jemu dan tak perlu menunggu kamu setuju #puisimalam

Lewat kata kubiarkan kau membaca serpihan rasa yang membuncah di dada, tentang cinta yang katanya pernah ada #puisimalam

Kuharap bisa membenturkan kepalamu dengan palu, agar aku bisa memasukkan lagi sisa rindu yang sudah lama membatu #puisimalam

Menemukanmu dalam linimasa, membawa kenangan akan hati yang pernah tertautan untuk saling membagi rasa tentang apa saja #puisimalam

Ada sebuah masa dimana bertemu menjadi candu untuk memecah tabungan rindu yang diam-diam membeku #puisimalam

Mengingatmu membuat luka lama kembali menganga, butir rindu kembali membiru dan keping benci meradang di hati #puisimalam

Bukan jarak yang memisahkan kita, namun ego untuk memiliki kadang terlalu menguasai. Membuat cinta semakin tenggelam diantara curiga. #puisimalam

Jangan pernah bosan bercerita pada bulan, karena sinarnya selalu memberi kita tenang#puisimalam

Mereka bilang saya gila, saya bilang ini cinta. Bukankah cinta memang gila? #puisimalam

Lewat bulan kukirimkan sisa rindu yang memeluk aku erat. Berharap rindumu untukku sama berat #puisimalam

Aku memutar lagi tiap detik kenangan yang terekam saat kita membagi malam, saat kita menari dalam hujan #puisimalam

Hilangkah bayanganku diantara rinai hujan? Atau hanya tertutup dengan genangan baru yang lebih kelam? #puisimalam

Aku adalah malam dan kamu adalah hujan. Bagaimana kalau kita berbagi diam dalam rinai yang menghujam? #puisimalam

Aku mencintai malam, bukan karena membenci terang. Aku hanya terbiasa menari dalam gelap yang merentang #puisimalam

Kita pernah menari dalam hujan, membagi kehangatan dan menghalau keraguan tentang rasa yang tercipta diantara kita #puisimalam

Kita pernah membagi malam dengan kebersamaan, namun kini tiap malam hanya milikku sendiri #puisimalam

Walaupun kamu dan aku sama-sama diam tapi hati kita sama-sama saling memberi kecupan #puisimalam

sendiri membagi sepi dengan sisa-sisa serpihan hati. kini hanya ada aku dan mimpi yang tak lagi bisa aku yakini #puisimalam

aku ulang lagi semua kenangan antara kita, aku cari lagi sisa-sisa yang tercecer, walaupun tanpa hadirmu #puisimalam

Puisi Malam

Standard

Aku masi tetap ada. Saat kamu sibuk mencari dunia. Hanya kita yang perlahan menjadi sirna #puisimalam

Di meja itu, kita pernah saling mengumbar rasa untuk saling mencinta. #puisimalam

Dalam bulatan mata pernah ada kita yang saling bertatap mesra. #puisimalam

Sepi ini tak pernah segelap ini sebelum kamu pergi. Sakit ini tak pernah seperih ini sebelum kamu berlalu #puisimalam

Dan ternyata tidak semua cinta harus berakhir bahagia, tidak semua kita bisa benar-benar bersama pada akhirnya #puisimalam

Tidak semua yang ditawarkan oleh rasa bisa menjadi nyata, karena kadang hati berbohong pada kita #puisimalam

Lihat itu disana, ada kita yang dulu pernah berjalan bersama dengan tangan saling mengenggam. Erat. #puisimalam

Ada cerita yang berlanjut bahagia namun tak sedikit yang menjadi kenangan saja. Lalu dimanakah kisah kita? #puisimalam

lalu hujan datang lagi, meneteskan setiap lara tentang luka yang pernah memerah, tentang kita yang pernah saling memuja #puisimalam

Ada masa dimana saya ingin menghentikan waktu agar apa yang sedang terjadi tidak pernah akan menjadi memori #puisimalam

Senja datang, menggulung siang dan semua kisah yang membentang di sepanjang masanya. Meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan #puisimalam 

Terlalu lama kita saling menyimpan lara, hingga kristal-kristal benci merasuk semakin dalam dalam rongga dada. Membunuh cinta yg pernah ada #puisimalam 

Saya tidak pernah takut terluka, karena luka pernah mengajarkan bagaimana memaknai bahagia dan bagaimana mencoba lagi bangkit dari luka #puisimalam 

Saya masih mencintai malam, sebesar cinta saya pada kebebasan, selebar cinta saya untuk setiap tulisan nd seliar cinta saya buat kehidupan #puisimalam

Main mata. Main kata. Lalu suka. Asal jangan sampai main rasa. Tetep jaga hati nd pakai logika. Karena kalau nggak, lama-lama bisa gila. #puisimalam

Karena kamu tak selamanya harus terpaku pada setiap mau orang disekitarmu 🙂 #puisimalam

Ak masih menyimpan rindu itu, walau harus kusembunyikan diantara sudut gelap sisa kenangan yg tersisa #puisimalam

Diantara kata benci yang saling mendesing, masih ada sisa rindu yang saling mengintip #puisimalam

Coba kau tanya pada angin yang berhembus pelan, masih adakah aku diantara gemersik ilalang atau hilang kah aku diantara gelap malam #puisimalam