Category Archives: pikiran gila saya

Are You Ready?

Standard

Saya masih ingat, pada masa transisi perpindahan usia antara belasan menuju awal dua puluhan saya tidak pernah menjalin hubungan lebih dari tiga bulan. Tak hanya itu saja, masa duka saya setelah berpisah juga tidak lebih dari hitungan minggu.

4zntsbl

Namun kini menjelang kepala 3, saya berhasil memecahkan rekor untuk mempunyai sebuah hubungan serius selama 5 tahun. Bahkan sempat kami mengenal sekolah pranikah (dalam agama saya, masa-masa tersebut harus dilalui sebelum menikah). Tapi rencana kini tinggal rencana, mungkin memang kami seharusnya bersama dalam teori, bukan dunia nyata.

Fase ini, saya memasuki transisi baru dalam hidup. Dimana yang paling menyesakkan bukan lagi sakitnya hati namun lebih pada sepinya hari tanpa kebiasaan-kebiasaan yang sudah terbangun 5 tahun belakangan. Beberapa teman bilang, cara terbaik untuk menyembuhkan patah hati adalah dengan kembali jatuh hati.

             To over someone you should under someone else

#ifyouknowwhatimean

Hari ini, saya mempunyai pertanyaan baru untuk diri saya sendiri. Am I ready to be in a new relationship?

2

Jawaban saya sekarang adalah TIDAK dan mungkin BELUM dalam waktu dekat ini. Walaupun saya tidak memungkiri kalau dekat dan mendapatkan perhatian dari lawan jenis (atau sejenis jika kamu suka) adalah hal yang menyenangkan. Tapi saya tidak mau memulai sesuatu yang baru sebelum benar-benar menyelesaikan unfinished business dalam diri saya. Ini tidak ada hubungannya dengan pasangan saya sebelumnya. It’s all about me, myself and I.

Saya percaya, you will be a happy couple if you are a happy single. Happy single disini saya artikan sebagai seseorang yang sudah nyaman dengan kesendirian dan dapat menikmati hari tanpa sedikitpun ada rasa sepi. Which is I am still trying to get in that phase.

Saya bukan sok kuat. Saya tidak sok tegar. Saya tidak memungkiri, dalam proses saya menuju phase happy single ini saya masih membutuhkan bantuan orang lain. Teman, sahabat, keluarga and you named it. Karena pada dasarnya manusia adalah mahkluk social yang tidak bisa hidup sendiri.

Mungkin sekarang yang saya butuhkan adalah seseorang yang bisa memiliki kesabaran untuk menunggu saya menjadi happy single jika dia ingin kami menjadi happy couple. Lalu apakah pertanda jika kita sudah menjadi happy single? Jawabannya ada di hati masing-masing

d4d9f6cb15308e51f211307015cb7647

Untuk saya, berdamai dengan masa lalu mungkin tidak semudah itu. Namun saya percaya jika Tuhan saja dapat memaafkan kesalahan kita kenapa kita tidak bisa memaafkan diri kita sendiri dan orang yang kita anggap menyakiti kita (yes, I know its sounds cliché). Pada saat saya sudah berdamai dengan masa lalu, saya akan berteman dengan kesendirian sehingga rasa sapi bukan lagi jadi momok yang membuat saya tidak menikmati hidup. Pada fase itulah menurut saya, masa yang paling tepat untuk memulai hubungan baru.

Kenapa?

Karena pada hari itu, hati saya sudah benar-benar kosong dan saya siap untuk membuka lembaran baru dengan cerita berbeda untuk hidup saya yang lebih bahagia.

Lalu bagaimana caranya untuk mencapai fase tersebut?

kristina-needs-to-move-on

Seorang teman pernah menasehati saya, “move on itu bergerak, bukan diam di tempat dan berusaha melupakan.” Hal inilah yang membuat saya berani untuk mencari apa yang membuat saya lebih nyaman dalam hari-hari saya.

Merawat diri, masuk ke komunitas baru, mencoba melakukan hal-hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya jadi pilihan saya untuk “bergerak”. Hasilnya, walaupun belum benar-benar terbebas dari masa lalu tapi saya sudah melakukan big step untuk semakin dekat dengan happy single phase.

Lalu bagaimana saya tahu siapa pasangan saya selanjutnya?

giphy2

Saya orang yang cukup visualis, saya mempunyai daftar pasangan yang saya inginkan untuk hidup saya ke depan. Namun itu saja tentu tidak cukup. Chemistry dan frekuensi adalah hal selanjutnya yang ingin saya miliki dengan siapapun pasangan saya. Karena pada akhirnya, ketika saya sudah berada diusia senja, yang bisa saya lakukan adalah mengobrol. Berbagi rasa. Berbagi cerita. Saya ingin melakukannya dengan orang yang bisa menerima semua obrolan membosankan saya, rasa campur aduk saya dan tentunya cerita-cerita bodoh tidak masuk akal yang akan saya sampaikan.

Saya orang yang cukup visualis, tak hanya daftar pasangan, saya juga percaya cerita saya selanjutnya akan diawali pada waktu dan dengan cara yang indah. Saya percaya kalau saya peka pada sekitar, ada banyak jawaban dan pesan atas apa yang sedang saya risaukan atau takutkan. Kalau saya peka, ada banyak pesan berasal dari quotes, dari lagu, dari random conversation dengan random people. Percayalah, semesta akan memberi jawaban atas semua pertanyaan, ketakutan dan kebimbangan yang muncul dalam hidup ini.

d9e2cef0-5afa-0133-0bd7-0e34a4cc753d

Percayalah saat kamu bertemu dengan pasangan kamu selanjutnya (meskipun bukan jodoh kamu), you will know that he should be stay longer in your life. Ada bel dalam hati yang berbunyi dan membisikkan pesan untuk kita kalau dia akan memberi warna dalam hari-hari kita ke depan.

Lalu sekali lagi, sudah siapkah saya memulai hubungan baru?

Kalau saat ini kamu juga sedang mengalami fase-fase yang saya alami, percayalah pada kata hatimu. Hanya kamu sendiri yang bisa menjawab pertanyaan ini. It could takes years but for some people it’s also just takes days or weeks. And nothing wrong with it, but the most important thing to do is make sure you already love yourself first.

 

Advertisements

Sebuah Rindu di Era Serba Online

Standard

giphy

Saya masih ingat betapa malu, senang dan deg-degannya saya saat ada seorang pria yang mengajak berkenalan saat saya makan di sebuah restaurant fast food. Atau mengajak berkenalan saat bersebelahan duduk di sebuah travel yang mengantarkan saya dari Salatiga ke Yogyakarta.

Momen-momen manis yang walaupun tidak (semua) berlanjut itu menjadi hal yang sangat jarang terjadi di dalam kehidupan saya beberapa tahun belakangan ini. Jika diingat lebih lanjut, saat ini semua serba online. Mulai dari transportasi online, belanja online hingga dating site yang menyediakan fasilitas untuk berkenalan secara online.

Kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan dari layanan online yang semakin menjamur ini menurut saya menjadi dua mata pisau bagi kehidupan kita. Di satu sisi, saya merasa dimudahkan untuk mendapatkan apa yang saya butuhkan, namun di sisi lain saya juga merasa kehilangan hal-hal kecil yang bisa menjadi momen manis dan lucu untuk dikenang nantinya.

giphy1

Kemarin saya baru saja mendiskusikan masalah online vs offline dating ini dengan beberapa teman. Kami sepakat kalau online dating saat ini dianggap wajar. Apalagi di usia kami yang sudah mendekati early 30. Ruang lingkup kami yang hanya kantor dan (kalau beruntung) komunitas, menjadi alasan kuat untuk menggunakan dating site sebagai tempat yang tepat untuk menemukan pasangan. Bahkan menurut Julia Spira, seorang online dating expert mengatakan kalau ada banyak kelebihan dari online dating, sebut saja

  1. Kamu bisa bertemu dengan orang dari berbagai daerah, bahkan dari daerah yang belum pernah kamu datangi sekalipun

  2. Aplikasi ini sangat efisien dan tersedia selama 24 jam

  3. Beberapa applikasi bahkan menyediakan parameter kesamaan sifat kamu dengan potential matches yang pastinya akan mempermudah kamu dalam mencari pasangan

Bahkan saya tidak menyangkal kalau dengan adanya online dating site ini, sangat membantu pada saat orang-orang merasa down dan butuh orang baru untuk menjadi teman berbicara atau teman “berbagi”. Bagaimana tidak, dengan menggunakan swipe saja, kamu bisa menemukan orang-orang yang potensial untuk menjadi significant other.

Namun pertanyaan saya lagi adalah, apakah hanya saya atau ada orang-orang di luar sana yang merasa rindu dengan momen manis seperti berkenalan di coffee shop? Atau pada saat mengantri di kasir saat berbelanja?

Ya, saya rindu.

tumblr_mjmbs0fu7n1rswb5ko1_500

Tapi saya juga menyadari, berkenalan secara offline tidak menjamin kalau pasangan saya akan menjadi lebih baik daripada pasangan yang berkenalan secara online. Saya juga punya banyak cerita dari teman-teman di sekitar saya yang berkenalan melalui dating site dan sampai sekarang sudah berkomitmen, baik pacaran, tunangan hingga menikah.

Namun Ladies, perlu di-note juga, tidak semua pria di dating site mencari hubungan serius. Sampai saat ini saya masih belum percaya dengan interest pria di dating site. Bagi saya mereka hanya mencari fun, casual date dan pastinya casual sex. Maafkan keapatisan saya.

Tetapi poinnya kembali lagi, apakah kamu juga merindukan apa yang saya rindukan? Diajak berkenalan dengan seorang pria di sebuah coffeeshop (bukan bar atau club ya!) dan suddenly we can talk about anything di zaman yang serba online ini.

 

Open Letter

Standard

To the Cheaters, Liars, and Wannabe Players,

This woman that you are messing with is a human being and she deserves respect and common decency for crying out loud! She is not a toy that can be thrown out when you’re bored. It does not matter if you have slept with her or not; it does not give you the right to treat her like trash! Quit going back and forth and playing games with her! She’s not a yo-yo!

You don’t want to be with her? Tell her! …Nicely. You want to ‘play the field’ and sleep around? Let her go first, then! You don’t want to be in a relationship, but the idea of her with any other guy bugs the hell out of you? Well, get your head out of your ass and keep her. Or, let her go, so she can have a chance with a man that deserves her.

If you aren’t serious, then let her know and let her go. Don’t be a selfish dick. You may think you’re a big bad player, and you’re so great because you can hook up with so many girls and ditch them. Here’s the thing, acting like a dick won’t make yours any bigger. And you may get a fist pump and props from your friends, but half the time they really think you’re pathetic (and probably diseased, if you’re really not smart about your whoring around). Oh, and the women that you think are so into you because they checked you out, that’s not the case. You may a be very attractive guy, but she can also see that big ‘douche’ label on your forehead.

You complain that women just mess with you anyways, and you can’t seem to hang on to a woman that you’d like to be in a relationship with… Well first of all, there’s this thing called karma, it’s great stuff. Secondly, us women, we talk. Even if we may not personally know every woman you talk to, there is always a connection, remember that. A woman tells her friend, who tells a friend, who tells another friend, at cetera. You don’t respect women, but expect them to respect you?! That’s some bullshit right there!

Personally speaking, I am a grown ass woman, and I don’t play games. Unless it’s a drinking game, and I have yet to be offered any vodka to make this worthwhile. So grow up, be a real man, and be upfront with your intentions. Better yet, keep your stupid games, and your dick, to yourself. It’d really be a public service, to not just to women, but to everyone. Thanks.

Story of Broken-Hearted Girl

Standard

bb.jpg

Tak ada pesta yang tak usai

Sepotong kalimat yang sebenarnya sudah lama saya yakini, namun terlupakan selama beberapa tahun belakangan ini. Saya terlena dengan kisah bersama dia yang selama ini “baik-baik” saja. Bukan berarti saya tidak pernah beradu pendapat, sering bahkan terlalu sering. Namun sepertinya ini adalah akhir dari pesta saya bersama dia.

Hampir tiga tahun bersama-sama, begitu banyak cerita yang sudah terangkai berdua. Manis untuk dikenang namun juga terlalu sakit untuk diteruskan. Tak ada sedetikpun waktu yang terlewatkan tanpa teringat dengan dia. Apalah daya mungkin bukan takdir kami untuk bersama.

Gym, segudang kerjaan dan  berepisode serial film sudah saya coba untuk melupakan bayangannya. Tapi apa daya hati ini terlalu lemah untuk melupkan, otak ini terlalu sesak dengan kenangan. Entah bagaimana ke depannya saya bisa menjalani hari-hari sibuk yang sudah menanti di depan mata. Tapi sepertinya sesibuk apapun itu, masih belum cukup untuk mengusir satu nama yang terlanjur sudah mendarah daging di kepala.

Hasrat hati ini ingin benar-benar tidak menghubungi dia, tapi apa daya tangan tak kuasa menahan getaran yang melumpuhkan akal sehat. Yang bisa saya lakukan sekarang, mengirimkan pesan di dada dengan permintaan untuk tidak dijawab. Karena satu kata dari dia, akan menghancurkan semua pertahanan untuk terus mengakhiri kisah ini.

Jika ditanya, seberapa besar cinta ini untuknya? Jawabannya saya hanya bisa meraba-raba. Yang pasti, tak ada satu haripun yang bisa membuat saya melupakan kenangannya. Tak peduli sesibuk apa. Tak peduli selelah apa.

Bahkan, setelah ini pun saya tidak tau harus melanjutkan hidup yang seperti apa. Apapun yang direncakan oleh otak saya, selalu gagal dilakukan karena hati saya. Mungkin sebagian berkata saya bodoh, sebagian lagi mengecam saya lemah. Saya tak bisa menyangkal meraka. Begitulah adanya.

Terlalu banyak cerita baik suka atau duka, terlalu banyak hari yang dibagi baik dengan tawa atau makian bersamanya.  Terlalu sering mata ini memandangnya, terlalu sering mulut ini menciumnya, terlalu sering hati ini jatuh cinta padanya.

Sebagian teman bilang saya butuh liburan, sebagian lagi menyarankan untuk lebih fokus pada kerjaan. Tapi tau kah mereka yang saya butuh hanya dia? Diakui atau disangkal oleh otak saya sendiri. Mungkin otak saya benar, saya harus merelakan. Tapi bagaimana saya bisa merelakan kalau semua barang, semua jalan, semua tempat atau bahkan semua tulisan mengingatkan saya tentang dia.

Saya pernah lari ke minuman, saya pernah lari ke obat penenang, saya pernah lari ke apapun yang bisa membuat saya melupakan. Tapi semua gagal. Semua tak bisa membuat saya kembali seperti sebelum saya mengenal dia.

Entah sampai kapan sakit ini akan mengendap, entah sampai kapan perih ini akan merajai hari-hari. Yang saya tau, saya hanya berusaha mengembalikan akal sehat ini untuk bisa tetap berjalan ke depan menjalani masalah-masalah lain yang sudah menunggu untuk memperberat hidup saya.

Mungkin saat ini saya hanya butuh kesendirian, atau mungkin saat ini saya hanya butuh keramaian. Entah. Kembali kata-kata memenuhi tiap sudut otak saya.

Mata ini sibuk mencari tau apakah dia sudah membaca pesan yang tadi saya kirim. Tangan ini sibuk merangkai kata untuk menutupi semua luka di dada. Hati ini sibuk meraba-raba apa yang sedang dia lakukan tanpa saya. Semua sibuk. Sibuk untuk sesuatu yang yang tidak tau pasti.

Sebenarnya ini bukan pertama kali saya patah hati. Tapi untuk kesekian kalinya patah hati, ini yang tersakit. Ini yang terperih. Ini yang paling menguras air mata. Ini yang paling membuat saya jadi gila. Saya bisa apa?

 

One Step Closer!

Standard

tumblr_lt4vpne11c1qhnq1co1_1280

Time flies so fucking fast rite?

And one thing this sure, everybody changing! I mean look at me? Many times ago, I am the one who said “I DO NOT WANNA MARRIED” loudly. However, now I am starting to think about my dream wedding. For me it is a big “BIG TOUGHT”!

Wedding party usually seems boring and waste money. Yup, gue nggak nyangka seorang ARGA sekarang berhasil buat bikin gue punya dream wedding, or I should call it dream weeding. LOL! Well, everything not as easy as it seems. I Mean, gue sama Arga literally different in some ways of life, but love become a bridge for us. Gue dengan kehidupan fake gue dan dia dengan kehidupan acak adulnya. Once he said, “kalau semua udah jadi bubur, yang bisa kita lakuin cuma nambahin cakwe, kerupuk sama gorengan biar bubur kita makin enak.” Rite?

Anywho, some situation me us think about wedding and I know the party will be my parents. Not mine or us. So, let it happen because they paid for it. Couple weeks ago, we are invited to attend friends of mine’s wedding party. I have to say, it is the coolest wedding ever. With the garden, the aisle, the food, the people and of course the after party!

Moreover, that wedding inspire me a lot to think about mine. Or us anyway. Pastinya after the sakramen in Wonosobo, I have to be a good daughter for my parent and allow them to hold any party they want. We just become a puppet.

Seems nice because we will never have to think about how much money waste because they will pay it. However, now I seems to think about my own wedding party which I have to throw in celebrating my own wedding. Some discussing with Arga plus talked about it with couple of friends I have clearer vision about my wedding party.

Start with the invitation, we’ll maybe have our own invitation that not expensive, but shows who we really are. Just so us!

One of the idea, but we'll make one of us soon

One of the idea, but we’ll make one of us soon

It will be start couple days after my parents’ party. Me and Arga will be in Salatiga. We will wear our own dream wedding’s costume. Arga will be in his fav jaket kulit and shoes, and I will wearing little black dress.

YES, it will be short dress and leather jacket because we are ROCK!

YES, it will be short dress and leather jacket because we are ROCK!

We will inviting some friends, not much maybe only 50. Then, kita bakalan ngumpul di depan kampus UKSW sekitar jam 4 sore dan bakalan bareng-bareng menuju tempat party which is in a villa located in Bandungan or Kopeng. Yup a villa with some bedroom on it riding a jeep.

This will be our perfect ride!

This will be our perfect ride!

Sampai di sana, kita bakalan disambut sama dekorasi supersimple. Some flower and cute lamp outside and inside the villa. There will be no formal situation, only celebrating our wedding. Of course there will be a LOT of beers, liquor, maybe a weed and mushroom. The food? Hmm, we will consider about that that but we not sure it will too delicious.

Just surrounded with lovely besties in our lovely moment

Just surrounded with lovely besties in our lovely moment

There will be no “pelaminan”, so you don’t have to shake hands with me. Let us to mingle and you can celebrate us personally. Semakin malam party ini bakalan semakin hot! I am sure some of you will be baked and losing your mind, that why you can use the bedroom. *if you know what I mean. Sounds so us isn’t it?

 

You are allowed to get your first one night stand :))))

You are allowed to get your first one night stand :))))

The rest of the party? Let’s we please give it to the liquors and beers. They will find the way to your own fun babe!

 

OMG, i don't have any idea who i am so brave to write all of this :)

OMG, i don’t have any idea who i am so brave to write all of this 🙂

Menari Untuk Malam

Standard

Aku mencintai malam, bukan karena membenci terang. Aku hanya terbiasa menari dalam gelap yang merentang #puisimalam

Suara adzan Maghrib membangunkan saya dari tidur panjang yang merentas mimpi tentang pantai yang membuai. Sambil masih mengumpulkan nyawa yang baru setengah ada, saya mencoba menenggak air yang ada di sisi meja. Pening di kepala ternyata masih meradang, padahal saya sudah tidur seharian sampai petang.

Perlahan, saya mencoba bangkit dari peraduan, menyambar ponsel yang berkedip di ujung dipan. Ada beberapa pesan yang menunggu untuk dibaca. Dari seorang teman yang menanyakan waktu untuk bertemu, ada seorang kawan yang mengingatkan jadwal nanti malam, ada seorang rekan yang berjanji untuk datang dan masih ada dia yang tidak berhenti menanyakan tentang rasa.

Ah persetan dengan semua!

Saya menyalakan televisi yang tidak seberapa besar. Ada kabar tentang presiden yang tidak mau memberikan komentar, ah bosan. Ganti channel yang lain, ada seorang artis ibukota yang sedang tersenyum lebar pamer pacar baru yang berbadan kekar, ah basi. Cari acara lain, ada sinetron tentang pelacur yang mempunyai anak namun ditukar, biar sudah tidak ada channel acara lainnya.

Saya nyalakan sebatang rokok dengan pemantik biru bergambar lucu. Setiap hembusan yang saya hisap saya keluarkan pelan-pelan. Bukankan sensasi dalam merokok adalah mengeluarkan pelan-pelan, agar rasanya tidak cepat hilang? Kadang saya merasa lucu, melihat sepasang remaja yang merokok hanya untuk bergaya. Hanya untuk menjadi luar biasa di mata sebayanya.

Sambil masing mengeluarkan asap dari mulut dan hidung saya memandang kosong layar televisi yang menyala terang. otak saya berkerja cepat untuk merunut apa yang terjadi pada hidup saya setahun ke belakang. Saya selalu menyukai nostalgia tentang cerita yang sudah lama terjadi dan meninggalkan kenangan usang.

Tahun lalu, di sore seperti ini mungkin saya baru pulang kuliah dengan hati riang. Atau malah sedang sibuk menghabiskan waktu di café untuk menunggu malam datang. Tak jarang, saya akan mengisi petang dengan menari hingga hati, tubuh dan jiwa beroleh tenang.

Namun, sekarang semua berubah. Saat petang menjelang, saya baru tersadar dari tidur panjang. Bukan karena saya lari dari terang, namun karena raga terlalu lelah untuk menentang hari yang panjang. Bagaimana tidak, saya baru pulang saat pagi datang, saat para ibu sibuk memasak sarapan, saat para bapak sibuk berkemas dan berdandan, saat para anak bersiap untuk pergi ke sekolahan.

Kata orang, pekerjaan yang saya lakukan bukan pekerjaan halal. Bukan pekerjaan terhormat yang berkantong tebal. Bukan pekerjaan bergengsi yang bisa membeli mobil mahal. Tapi saya tidak perduli, selama saya masih bisa berusaha sendiri saya tidak akan berhenti.

Tahu apa mereka tentang halal dan haram, sementara mereka sibuk memakai uang yang bukan milik mereka. Tahu apa mereka tentang pekerjaan terhormat, kalau bahkan seorang presiden, menteri atau bahkan anggota dewan yang katanya terhormat tidak pernah berhenti mencela atas musibah yang menimpa. Tahu apa mereka dengan mobil mahal kalau hanya untuk menyombongkan kekayaan.

Saya tidak menggugat, saya hanya mengingat, bagaimana saya harus bertahan sendiri dengan penat dan ton-tonan maksiat yang selama ini mengikat. Sejak rumah dibakar oleh segerombolon pria berjubah putih pekat. Sejak ayah dan ibu saya disikat dengan pukulan, tendangan dan makian hingga sekarat. Sejak masa depan saya terenggut dengan tidak hormat. Sekarang hanya ada luka. Sekarang hanya ada pahit, sekarang hanya ada sakit.

Hanya karena restoran keluarga kami buka di siang bolong beberapa minggu sebelum hari raya, sekelompok orang yang meneriakkan Tuhan menyerang. Membumi hanguskan setiap sekat yang ada di restoran kami. Mengambil nyawa ayah dan ibu yang sudah sekarat. Meninggalkan saya terkapar dalam diam yang melumat.

Saya tidak membenci terang, saya hanya lebih nyaman dalam gelap malam yang membentang.

Sejak siang itu, semua berubah. Jangan salahkan saya kalau akhirnya mereka memanggil saya wanita jalang. Jangan salahkan saya kalau akhirnya mereka terpesona melihat saya menari telanjang. Jangan salahkan saya kalau akhirnya saya memuaskan imajinasi mereka demi segepok uang.

Ada satu masa, saat menari menjadi salah satu menu makan siang. Kini, menari menjadi obat tenang yang membuat saya melupakan semua kenangan yang menyakitkan. Menari membuat saya terbebas dari kekangan dendam yang tak kunjung hilang. Menari membuat saya kembali ke masa silam saat menari menjadi salah satu menu makan siang.

Ya, hanya dengan menari saya masih bisa bertahan hidup. Pelan-pelan saya matikan sisa puntung rokok pada asbak yang mulai penuh. Pelan-pelan saya ambil handuk untuk membilas badan yang basah oleh peluh. Pelan-pelan saya beranjak ke kamar mandi untuk kembali menjadi utuh. Pelan-pelan saya berdandan untuk siap menari dalam malam yang disinari bulan purnama penuh. Pelan-pelan saya meninggalkan kamar sewaan dan menuju tempat mencari nafkah.

Dragon Fly Nightclubs

I Called it Heartbeat

Standard
Do it right now

Do it right now

After long time stucked in flat relationship, this month is another 5 months-single-of-me. There are a lot interesting happening in my life recently. Just like what i said before in my post, now i working in Jakarta as Sosial Media of fashion website. Thank God i get such as interesting job. Besides job, i also having relationship where i called it heartbeat. curious aren’t you?

Lemme explain, as the time goes i realize that in the past i get hurt when i am in a relationship because i have such as hope and expectation to get loved back. Yes, it sound normal when you love someone and you want them love you back. However, you may not realize this kind of thought will make you much more easier getting hurted. I mean, hey who want to be ignore by someone they loved? But yes, you have to lower you expectation if you do not want to dissapoint.

Why i said that, because i am experiencing this kind of situation. Have you imagine that you even meet with someone that connected with you in almost of your thought, habit and point of view? If you have that kind of person, never let them go. I mean, you can not force person to stay in your life, but you can make them willing to stay because they want it. If you ask how? There is very easy way. The thing that you can do is follow your heart, throw you ego and never make any expectation. These all not easy, but once you can do it you will enjoy every little details that you spend with them. No matter what risk that waiting of you later on.

Honestly, in my life before, I never let somebody get too far into my life because i am afraid to get hurt. However, lately i realize that what i did just wrong. As your expectation get higher, you will be easier to feel disappointed with the reality. I believe when you brave enough to fall in love, you have to brave enough to face all the worst chance. Because fall is never be easy, because fall is always make you get hurt.

I am trying to convince myself that when i am starting to like someone, the best thing to do is shows it no matter how hurt it will. My beloved lecture, Bu Neny once said to me, “Enjoy while it happening.” This simple sentence make me realize that all the thing that i can do is enjoying the time, so there will be no regret when it ends. Believe me, what that truly yours will be yours no matter what and what is not yours never be yours no matter how hard you try to get it.

This remain me to old sentence, “If loving you was wrong, i do not wanna be right”, Yes, i meant it, even i will shared the tears i will stop fighting of in sof way, showing what actually i feel, as long as i can stand. So, if you ever feel like liking someone, just never stop, never expect he/she will like you back until you really tired of trying. If there’s still a reason to stay, just stay because when she/he meant to be yours, they will be.

This time, i still learning to prove my sentence. Of course its not easy, of course it sound silly but at least i am trying and standing for what i believe. We never know what the future brings because life is always bring surprises, but we always can pretending that there no reason to knock down ourselves.

Old Javanese people once said, there always good side in every bad side. Yes, i agree with that because i there always be a lesson behind something bad that happened in my life. Well, the night getting old, the conversation getting heavy and the feeling getting strong. That’s why i called it heartbeat.